Proses Pengeboran Sumur Bor Titik ke-8 di Ponpes Darus Salam Kampoeng Riyadhah Terus Berjalan

Krisis Air Bersih Segera Teratasi, Sumur Bor ke-8 di Ponpes Darussalam Lombok Timur

Lombok Timur, 15 Juni 2026 – Ikhtiar untuk menghadirkan akses air bersih yang layak di Pondok Pesantren Darussalam Kampoeng Riyadhah terus berjalan. Proses pengeboran sumur bor titik ke-8 yang berlokasi di Dusun Pemurah, Desa Sakra, Kecamatan Sakra, Kabupaten Lombok Timur ini resmi dimulai pada Senin (15/6/2026).

Solusi Air Bersih untuk Santri dan Masyarakat

Pembangunan sumur bor ini menjadi solusi nyata atas tantangan pemenuhan kebutuhan air bersih yang selama ini dihadapi lingkungan pesantren. Jika sudah rampung, fasilitas ini akan mengalirkan air untuk kebutuhan harian para santri dan masyarakat sekitar, mulai dari berwudhu, mandi, mencuci, hingga memasak.

Baca juga: Proses Pengeboran Sumur Bor Titik ke-8 di Ponpes Darus Salam Kampoeng Riyadhah Terus Berjalan

Pengasuh Ponpes Darussalam Kampoeng Riyadhah, Ustaz Sofiyan, menyampaikan rasa syukur yang mendalam atas dimulainya proyek ini.

“Alhamdulillah, proses pengeboran sudah berjalan. Kami sangat berharap pembangunan ini segera selesai dan menghasilkan air yang melimpah untuk kebutuhan para santri. Terima kasih kepada para donatur, dan kami mohon doa agar seluruh prosesnya lancar hingga tuntas,” ujar Ustaz Sofiyan.

Proses Pengeboran Sumur Bor Titik ke-8 di Ponpes Darus Salam Kampoeng Riyadhah Terus Berjalan
Proses Pengeboran Sumur Bor Titik ke-8 di Ponpes Darus Salam Kampoeng Riyadhah Terus Berjalan

LPI Ajak Sahabat Kebaikan Tuntaskan Program

Senada dengan hal tersebut, Direktur Lingkar Peduli Indonesia (LPI), Suherman, menekankan pentingnya kolaborasi dalam program kemanusiaan ini. Menurutnya, sumur bor ini bukan sekadar pembangunan infrastruktur fisik.

Baca juga: Kebersamaan Ramadhan untuk Yatim Dhuafa di Lombok Tengah

“Ini adalah investasi amal jariyah yang manfaatnya akan terus mengalir dalam jangka panjang. Kami mengajak seluruh sahabat kebaikan untuk bersama-sama menuntaskan program ini, agar para santri memiliki akses air bersih yang memadai untuk mendukung aktivitas belajar dan beribadah mereka,” kata Suherman.

Saat ini, proses pengeboran di lapangan masih terus dikebut. Mengingat pentingnya fasilitas ini bagi keberlangsungan aktivitas pesantren dan warga sekitar, dukungan dari berbagai pihak masih sangat diharapkan agar seluruh tahapan pekerjaan bisa selesai tepat waktu.

Similar Posts

Leave a Reply