Kisah Inspiratif dari Pesantren Lansia Khusnul Khotimah di Lombok Barat
Lombok Barat – Sebuah pemandangan mengharukan terlihat di Desa Banyumulek, Kediri, Lombok Barat (29/8)/25). Di sana, berdiri Pesantren Lansia Khusnul Khotimah, sebuah tempat yang didedikasikan untuk mendampingi para lansia dalam mempersiapkan diri menyambut ajal dengan penuh ketenangan dan amal saleh.
Kegiatan rutin pesantren ini selalu menjadi momen yang dinanti. Kali ini, mereka berkesempatan mendengarkan tausiyah dari Ustaz Sulhanuddin, M.Pd., yang juga merupakan pengurus DPW Hidayatullah NTB.
Baca juga: LPI Berikan Kipas Angin untuk TPQ Rodiatul Falah, Santri Kini Ngaji dengan Nyaman
Materi yang dibawakan sangat menyentuh hati: “Menjemput Kematian dengan Amal Saleh.” Papuk Atik, salah seorang peserta, tak mampu menahan haru. Dengan mata berkaca-kaca, ia mengungkapkan rasa syukurnya.

“Saya sangat bersyukur dengan adanya Pesantren Lansia ini. Kami selalu diingatkan tentang kehidupan setelah kematian,” katanya, suaranya bergetar menahan tangis. Perasaan yang sama juga dirasakan oleh puluhan lansia lainnya, yang tekun menyimak setiap pesan yang disampaikan.
Baca Juga: Khatmil Qur’an dan Doa Bersama Santri untuk Keselamatan Negeri dan Donatur
Pesantren ini adalah inisiatif mulia dari Lingkar Peduli Indonesia (LPI), yang dipimpin oleh Abdul Kholiq. Kehadirannya tidak hanya menjadi tempat belajar agama, tetapi juga rumah spiritual bagi para lansia, memastikan mereka tidak merasa sendiri dalam perjalanan akhir kehidupan.
Kisah-kisah seperti ini mengingatkan kita akan pentingnya pendampingan spiritual di usia senja, agar setiap langkah menuju Sang Pencipta terasa lebih ringan dan penuh makna.*

